APA YANG KAU TABUR PASTI AKAN DITUAI JUGA December 21, 2007
APA YANG KAU TABUR PASTI AKAN DITUAI JUGA
Galatia 6: 7
Dihari akhir ini banyak orang sudah terjangkiti penyakit lupa; dengan pengertian lupa bukan hanya sekedar proses mental, melainkan sudah merambah sampai pada proses spiritual. Lupa akan Khalik Penciptanya, lupa Gerejanya, dan bahkan dengan berbagai alasan lupa Hari Tuhan; tetapi yang terburuk dari semua ini orang harus membayar dengan pahit segala sesuatu yang telah ia lupakan. Mereka menuai apa yang telah mereka tabur.
Hukum tabur tuai ini bukan hanya merupakan hukum alam, tetapi hukum Tuhan juga.
Ayat Alkitab ini tidak terbantahkan dan tak terbatalkan oleh apapun yang ada pada manusia. Walaupun jika tidak dituliskan dalam Alkitab, kita pasti akan dapat mengerti dan mempelajari melalui berbagai pengalaman hidup. Apa yang ditabur pasti dituai, inilah suatu kebenaran !.
Secara spesifik, ayat-2 pada perikop Galatia 6: 1-10 mempunyai hubungan dengan perihal “memberi” yang harus kita lakukan dalam hidup ini.
Injil Lukas juga mencatat ajaran Tuhan Yesus tentang memberi ini; Lukas 6: 38. Hukum ini teraplikasikan kedalam berbagai bidang kehidupan manusia, meskipun bukan hanya pemberian yang kita lakukan berkait dengan materi atau kekayaan.
Secara khusus kita akan memperhatikan pengertian apa yang terkandung dalam ayat ini:
- Suatu Peringatan. – “Jangan sesat!”…
- Ada Penyesat yang berkeliaran.
- Wahyu 12: 9 = Setan disebutkan oleh Alkitab sebagai penyesat, yang menyesatkan seluruh dunia.
- Yohanes 14: 6 = Tuhan Yesus adalah KEBENARAN yang berlawanan dengan Setan.
- Setan akan dibuang kedalam lubang yang tak terduga dalamnya, agar ia tidak menyesatkan bangsa-2 manusia.
- Kita dapat tersesat karena diri sendiri.
- Dengan mempunyai harapan-2 yang keliru, dengan mempercayai apa yang nampak/ penampilan, dengan tuntunan perasaan, dan bukan tuntunan Firman Allah.
- Tertipu ketika berpikir bahwa apa yang ditabur tidak mengahsilkan masalah.
- Menganggap berkat Allah makin dilimpahkan jika hidup dalam kesenangan daging.
- Allah memperingatkan kita agar tidak tersesat.
- Lukas 21: 8 = waspada terhadap Kristus-2 palsu.
- 1 Korintus 6: 9 = waspadai ajaran hidup kekal yang salah.
- 1 Korintus 15: 33 = waspadai hidup dan pergaulan yang buruk.
- Fakta yang tak dapat diubah. – “…Allah tidak membiarkan diriNya dipermainkan…”
- Kita tidak dapat membohongi Allah karena Ia melihat semuanya dan Maha mengetahui segala sesuatu.
- kita mungkin dapat menyembunyikan dosa dari hadapan keluarag kita, tetapi tidak dihadapan Allah.
- Amsal 15: 3 = Mata Tuhan ada disegala tempat mengawasi semua orang yang baik ataupun yang jahat.
- Allah sengat tahu tentang segala masalah pribadi kita.
- Kita tidak dapat membohongi Allah karena Ia mengatasi segala kuasa.
- Ia dapat melakukan perbaikan pada diri kita atau menghancurkan kita.
- Ia dapat memberi hidup dan dapat mengambilnya juga.
- Ia berkuasa untuk membawa kita pada tahta PenghakimanNya.
- Ada harinya kelak semua akan dibukakan dihadapan Allah, dan tak seorangpun dapat menghindariNya.
- Betapa bodohnya jika manusia berpikir bahwa ia sanggup lepas dari pehukuman Allah yang Maha Kuasa.
- Semua manusia harus menghadap kepadaNya:
- Bagi orang Kristen, kehadapan Pengadilan Kristus.
- Bagi orang kafir, kehadapan Tahta Putih.
- Ada beberapa orang yang sangat pandai berdalih dan menutup kesalahannya, benar bukan ?
- Percayalah kepada Perkataan Allah, ketika Ia mengingatkan kita agar tidak tersesat, karena Ia tidak dapat dipermainkan.
- Suatu Tangungjawab yang besar. – “Karena apa yang ditabur orang…”
- Yohanes 19: 19 – 22 = …apa yang tertulis tetap tertulis…!
- Istiadat Romawi:
- Respon Pipaltus kepada Imam Besar, tidak dapat diubah.
- Kita harus berhati-hati terhadap semua catatan hidup ini, karena tidak diubah / diulang kembali.
- Menekan dan menggores ingatan dan kesadaran kita.
- Daud membunuh Uria demi mengambil Betsyeba.
- Saudara-2 Yusuf masih ingat akan perlakuannya kepada Yusuf.
- Dapat dituai pada kehidupan lain orang.
- Roma 14: 7 = kita tidak hidup bagi diri kita sendiri.
- Jika ada orang hidupnya rusak karena dosa, bertanyalah pada diri kita, siapa penyebab kejatuhannya ?
- Tragedi dosa bukan hanya merusak / melukai diri kita, tetapi juga mereka yang kita kasihi.
- Hukum yang tidak berubah. – “…itu juga yang akan dituainya”.
- Benih.
- penuaian bukan bergantung bagaimana kita tahu menuai, melainkan pada berapa banyak benih yang kita tabur.
- Benih pikiran ditabur dalam kata-2 dan tindakan.
- Prinsip.
- kita pasti menuai apa yang ditaburkan.
- Kita akan menuai lebih banyak dari apa yang ditabur.
- Penuaian. (ayat 8).
- menabur dalam daging menuai kebinasaan.
- Menabur dalam Roh, menuai Hidup Kekal.
Tuaian yang bagaimanakah yang akan anda miliki dalam hidupmu ?
Pdt. Henoch Soetopo.-

Leave a Reply