Ketika Tuhan Mencari Kawan Kerja December 6, 2007
KETIKA TUHAN MENCARI KAWAN KERJA
Hakim-Hakim 7: 18
Proses mencari kawan kerja yang Tuhan lakukan ini dilatar-belakangi dengan semakin banyaknya tugas yang harus dilakukan oleh pemimpin / Gideon pada waktu menghadapi perjalanan bangsa
Tuhan mencari kawan kerja. Hal ini bukan berarti bahwa Tuhan tidak dapat mengalahkan orang Midian dalam peperangan pada waktu itu; tetapi Tuhan justru ingin melakukan dan mewujudkan pekerjaan TanganNya itu melalui instrument yang manusiawi sifatnya ( Mazmur 92:
Kasus ini seringb terjadi dalam Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru.
Ketika Tuhan mencari kawan kerja, maka orang yang bagaimana yang IA inginkan ?
1. ORANG YANG PUNYA IMAN.
a. Iman Gideon tidak diterimanya secara mudah sekali. Mungkin juga iman yang kita punya tidak selalu kita terima dengan mudah pula.
b. Iman Gideon semain bertambah setelah ia melihat mujizat yang terjadi sesuai apa yang dimintanya melalui guntingan bulu domba yang ditandai dengan air embun – Hakim 6: 36-40.
c. Gideon membuat mezbah dan menamainya : “Yehovah Shalom” = Tuhan itu keselamatan – Hakim 6: 24. Ia membuat mezbah ini jauh sebelum tanda diberikan dan sebelum peperangan dimulai, sebelum ia meraih kemenangan.
2. ORANG YANG PUNYA KETAATAN.
a. Tuhan memerintahkan “robohkan mezbah kekafiran”, dan ia merobohkannya. – Hakim 6: 25 – 32.
b. Tuhan memerintahkan “bangunlah mezbah untuk AKU”, dan ia melakukannya – Hakim 6: 17 – 23.
c. Tuhan memerintahkan “kurangi jumlah tentara mu”, dan ia juga melakukannya. – Hakim 7: 2, 4.
d. Tuhan memerintahkan Gideon untuk memperlengkapi diri dengan buli-buli, terompet, dan obor, maka Gideon juga melakukannya – Hakim 7: 16. buli-buli = iman yang mendalam ; terompet = kabar baik yang jelas / benar ; obor = bercahaya / kesaksian yang menyegarkan hati.
3. ORANG YANG PUNYA KERENDAHAN HATI.
a. Hakim-hakim 6: 15 = merasa tidak layak untuk menjalankan tugas besar yang diberikan kepadanya.
b. Hakim – hakim 6: 16 = Penyertaan Tuhan menempatkan dirinya sebagai pemenang, bukan dengan kekuatannya sendiri.
c. Ia tidak menunjukkan dirinya sebagai orang biasa, oleh sebab ketakutannya terhadap orang Midian, ia mengirik gandumnya dengan pemerasan anggur secara sembunyi-2, karena orang Midian selalu merampasi semua hasil tanah orang Israel – Hakim 6: 11.
d. Setelah Tuhan memproses dirinya, maka ia menjadi orang yang sanggup memberi dorongan positif bagi orang lain.
4. ORANG YANG TIDAK MENCARI KEPUJIAN DIRI.
a. Kemenangan besar diraih, tetapi ada beberapa orang yang mengkritisinya – Hakim 8: 1.
b.
c. Gideon meminimalisasi apa yang ia lakukan, dan memaksimalkan hasil karya orang lain, karena ia tidak mencari kepujian diri – Hakim 8: 2.
5. ORANG YANG TIDAK BERAMBISI KEKUASAAN.
a. Karena merasa Gideon yang menuntun kepada kemenangan, maka bangsa itu ingin menjadikannya raja – Hakim 8: 22.
b. Gideon menolaknya – Hakim 8: 23.
c. Ambisi / bernafsu untuk menguasai / kekuasaan telah mengakar kuat didunia ini dalam diri manusia. Tak jarang merusak dan mengganggu kedamaian dan keharmonisan dan bahkan kemajuan pelayanan gereja.
6. ORANG YANG TIDAK MENCARI KEUNTUNGAN DIRI SENDIRI.
a. Menjadi istiadat perang, jika pemenang itu merampasi mereka yang terkalahkan.
b. Orang Midian musuh orang
c. Gideon menyuruh musuh2 itu mengumpulkan anting-2 mereka.
d. Terkumpul emas = 1700 syikal x 11,5 gram = 19.550 gram = 19,55kg.
e. Gideon membuatnya menjadi efod yang indah, yang digunakan untuk memperlengkapi tempat ibadah yang dibuatnya di Ofra, dan ia tidak mengambil satu syikalpun bagi dirinya. Ia tidak sama sekali mencari keuntungan bagi dirinya sendiri.
Dengan kawan kerja yang seperti Gideon ini telah dapat menuntun
Tuhan mencari kawan kerja yang seperti diatas ini !, siapkah kita bagi tugas-2 Besar Illahi yang diberikanNya bagi kita ?
Pdt. Henoch Soetopo.- 2007 – Aletheia.-

Leave a Reply